
Banjir sering menjadi tantangan besar bagi para pengendara motor di perkotaan. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah: apakah motor skutik besar seperti Honda PCX aman digunakan untuk melewati genangan atau banjir? Meskipun Honda PCX dikenal sebagai skuter premium yang nyaman dan irit, kemampuan melibas banjir bukanlah keunggulan utamanya. Untuk memahami batasan tersebut, kita perlu melihat bagaimana desain motor matic bekerja dan risiko apa saja yang mungkin timbul ketika memaksakan diri menerobos banjir.
1. Posisi Filter Udara dan CVT yang Rendah
Sebagai motor matic, Honda PCX menggunakan sistem penggerak CVT. Komponen penting seperti mangkok CVT, belt, dan filter udara umumnya berada di posisi lebih rendah dibanding motor bebek atau motor sport. Ini menjadi kelemahan utama ketika menghadapi banjir. Bila air masuk ke area CVT, belt dapat selip sehingga tenaga tidak tersalurkan dengan baik. Akibatnya, motor bisa mendadak kehilangan daya, tersendat, atau bahkan mati total.
Filter udara PCX juga berada pada posisi yang relatif rendah. Bila air masuk ke dalam boks filter udara dan kemudian tersedot ke ruang bakar, risiko water hammer dapat terjadi. Water hammer adalah kondisi ketika air masuk ke dalam silinder sehingga piston tidak dapat bergerak normal, yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin.
2. Ketinggian Genangan yang Aman
Meski PCX bukan motor yang dirancang untuk menerjang banjir, ada batas aman yang masih dapat ditoleransi. Umumnya, motor matic seperti PCX masih aman melewati genangan setinggi 10–15 cm atau kurang lebih setinggi mata kaki orang dewasa. Pada ketinggian tersebut, air belum mencapai area CVT maupun filter udara.
Jika genangan air mendekati setengah ban, risiko kerusakan mulai meningkat drastis. Air yang lebih tinggi dari itu sangat tidak disarankan untuk dilalui. Selain berpotensi merusak mesin, motor juga bisa kehilangan kendali karena traksi yang berkurang.
3. Risiko Kelistrikan
Motor modern seperti Honda PCX menggunakan sistem kelistrikan yang cukup kompleks, termasuk ECU, sensor-sensor injeksi, dan aki yang terpasang di posisi tertentu. Walaupun komponennya umumnya sudah dilindungi dan cukup tahan dari cipratan, sistem kelistrikan tetap sensitif terhadap rendaman air. Jika air masuk melalui soket atau kabel yang kurang rapat, dapat terjadi korsleting atau error pada ECU.
Hal ini bisa menyebabkan motor sulit dinyalakan atau bahkan mati mendadak ketika sedang menerobos banjir. Jika sudah terjadi kerusakan pada sistem kelistrikan, biaya perbaikan tentu tidak murah.
4. Bahaya Pada Rem dan Sistem Pengereman
Honda PCX memakai rem cakram di depan dan belakang (pada model ABS). Ketika motor dipaksa melewati genangan tinggi, performa rem bisa menurun karena gesekan antara kampas dan cakram berkurang akibat air. Selain itu, jika lumpur masuk dan mengering, rem akan berbunyi atau terasa tidak pakem.
5. Potensi Kerusakan Jangka Panjang
Bahkan jika motor masih bisa melewati banjir tanpa mati, tetap ada potensi kerusakan jangka panjang. Air yang masuk ke CVT dapat menyebabkan karat pada pulley dan bearing. Air yang masuk ke knalpot juga berpotensi membuat endapan yang harus dibersihkan. Bila tidak segera ditangani, performa motor akan menurun.
6. Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Kehujanan atau Terjebak Banjir?
Jika Anda mengendarai PCX dan terjebak banjir, beberapa langkah penting yang sebaiknya dilakukan:
- Jangan memaksakan diri melaju. Cari jalan alternatif atau berhenti di tempat aman.
- Jika motor mati, jangan hidupkan kembali. Dorong motor ke area kering dan periksa kondisi CVT serta filter udara.
- Bawa ke bengkel. Minta mekanik membuka CVT, mengeringkan belt, serta memeriksa filter udara dan oli mesin.
- Periksa rem setelah banjir. Pastikan rem kembali pakem setelah area banjir dilalui.
Secara umum, Honda PCX tidak dianjurkan untuk menerjang banjir, terutama genangan air yang lebih tinggi dari setengah ban. Desain skuter matic yang memiliki komponen vital di bagian bawah membuatnya rentan terhadap kerusakan bila digunakan pada kondisi ekstrem seperti banjir.
Jika terpaksa melewati genangan, lakukan dengan sangat hati-hati dan pastikan ketinggian air masih dalam batas aman. Ingat, kerusakan akibat menerjang banjir sering kali lebih mahal dibanding menunggu air surut atau mencari jalur alternatif.
Dampak kalah di SEA Games, PSSI depak Indra Sjafri dan Sumardji mundur
Kenaikan volume kendaraan di tol Manado-Bitung diprediksi 23 Desember